Selasa, 18 Juni 2013

Abstrak Seminar



ABSTRAK
PERSOALAN-PERSOALAN YANG SELALU MENYENDERA  PENCAPAIAN 
CITA-CITA PENDIDIKN SENI DI INDONESIA

Dr. Ramalis Hakim, M.Pd
Seni Rupa FBS UNP
HP: 081363660600


Perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan di Indonesia saat ini adalah pelaksanaan kurikulum baru yang dikenal dengan sebutan kurikulum 2013. Departemen pendidikan dan kebudayaan sudah mulai melaksanakan dengan melakukan uji coba di semua jenjang pendidikan. Sebagai sebuah pembaharuan, kurikulum 2013 tentu mengalami berbagai perubahan dan perkembangan. Bagi pendidikan seni budaya dan keterampilan dalam beberapa kali perubahan kurikulum, mulai kurikulum 84”, 94”, 24” selalu saja menyisakan banyak persoalan yang menyedera pendidikan seni budaya tersebut dalam mencapai cita-citanya. Persoalan tersebut mulai dari perubahan nama mata pelajaran, penempatannya dalam kurikulum, sampai pada penyusunan dan penerapan konsep-konsep pendidikan seni budaya tersebut dalam pembelajaran. Menyikapi persoalan-persoalan yang muncul akibat diberlakukannya kurikulum baru 2013, bagi praktisi pendidikan seni tentu memerlukan banyak energy, menguras tenaga dan pikiran. Dengan penamaan mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan sudah tidak jelas konsep yang terkandung di dalamnya. Bila dimaknai kata seni dan budaya, mana yang memiliki makna luas dan mana pula yang merupakan sub-bagiannya.  Jika dilihat dari ruang lingkup materi ajar seni budaya dan keterampilan (seni rupa, tari, music, dan teater) yang memiliki konsep yang sangat berbeda secara teori, prinsip, dan prosedur. Akibat perbedaan konsep tersebut, sangat tidak mungkin mata pelajaran ini diampu oleh satu orang guru seni budaya dan keterampilan. Keterbatasan sumberdaya guru yang ada, selalu menjadi persoalan di semua jenjang pendidikan. Sampai saat ini masih banyak sekolah-sekolah yang tidak memeliki guru seni budaya dan keterampilan yang sesuai dengan keahliannya. Persoalan-persoalan yang sangat prinsip dan mendasar tentunya terletak pada kesadaran dan pemahaman semua orang yang terkait dengan pendidikan seni budaya tersebut. Kesamaan pandangan inilah yang sangat diperlukan dalam melihat pendidikan seni budaya dan keterampilan ke depan. Dengan demikian cita-cita pendidikan seni untuk menjadikan manusia Indonesia yang cerdas, tidak hanya intelektualnya, tapi juga emosional, memiliki kepribadian yang terpuji, berbudi luhur, kreatif dan trampil akan dapat dicapai.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons